Selasa, 10 Februari 2009

Penyandang cacat pertama taklukan Everest





Pesan: Selasa, 2008 Januari 15
Mark Inglis, Penyandang Cacat Pertama
Taklukan Everest
di 02:11


Keteguhan dan keyakinan adalah kekuatan yang luar biasa. Inilah yang
diperlihatkan pendaki gunung Mark Inglis (47). Meski ia telah kehilangan kedua
kakinya, namun keinginannya untuk menaklukan gunung tertinggi Mount
Everest tak bisa dibendung.

Setelah melakukan perjalanan selama 40 hari, ia bersama sekitar 16 rombongannya
termasuk orang Tibet, akhirnya berhasil mencapai puncak Everest, pada Senin
(15/5) malam.

Keberhasilan ini menjadikan dirinya sebagai pria tanpa kaki pertama yang
berhasil mencapai puncak setinggi 8,848 meter itu.

Pria asal New Zealand ini, memang bukan orang yang baru dalam urusan naik
gunung. Ia pernah menjajal gunung tertinggi di negaranya, Mount Cook pada
tahun 1982. Hanya saja, malapetaka datang padanya. Sebuah badai besar
menghadangnya, dan ia harus merelakan kedua kakinya untuk diamputasi.

Nah, dalam pendakian Inglis di Everest, tentu bukan perkara mudah. Bahkan salah
satu kaki palsunya sempat mengalami kerusakan. Namun, Inglis berhasil mengatasinya.

Tak hanya sang istri, Anne, yang senang atas keberhasilan Inglis. Perdana
Menteri New Zealand Helen Clark mengucapkan selamat atas kesuksesannya menaklukan Everest.

“Mencapai puncak Everest sekali dalam hidup bagi para pendaki adalah sebuah
prestasi, tapi bagi Mark Inglis, akan lebih dari itu,” ucap Clark said.

“Dia memimpikan ini semua dalam hidupnya,” ujar sang istri, Anne,
mengomentari keberhasilan suaminya itu.

Adalah Edmund Hillary dan Tenzing Norgay yang pertama kali menginjakan kakinya di
gunung tersebut pada 29 Mei 1953.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar